MEmberikan DunIA yang INdah Sebagai Penyemangat hIdup dalam berkReASI.
Tampilkan postingan dengan label karya tulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karya tulis. Tampilkan semua postingan

Motorku

Sekilas Info | 22.55 | 0 komentar
hari-hari ku lalui bersamamu.
kau setia mendampingi diriku.
hujan dan panas engkau tak mengeluh pda ku.
walau diriku sering memakai mu sesuka hati ku.
engkau tak sekalipun marah padaku.
walau ku tak pernah memperdulikanmu.
tapi engkau selalu setia dan tidak pernah mempermasalahkan.
engkau tak pernah mogok dan menolak ketika aku bawa.
kasihan sekali dirimu yang selalu ssetia meenemani kemanapun akupergi.
padahal aku menyepelekanmu.
maafkan aku yang telah sia-siakan dirimu.
aku berjanji engkau pasti akan ku service segera,
untuk membalas hutang budi kepadamu.

oh motorku.... :P
kehkehkeh

[[Cita-Cita]]

Sekilas Info | 22.53 | 0 komentar
Di kelas terlihat seorang guru sedang menanyakan cita-cita kepada murid-muridnya..

Guru : Asep apa cita-cita kamu kalau sudah besar nanti??
Asep: Saya mau jadi polisi bu. Kalau ada penjahat yang jahatin ibu bisa saya tembak, Gratis deh buat ibu dari saya.
Guru : Baguus sekali.. Ibu terharu, kalau kamu syaiful??
Syaiful : Saya mau jadi dokter buu... Kalau ibu sakit, saya akan mengobati ibu Gratisss juga deh buat ibu..
Guru : Ohh...syai­ful ibu terharu, sekarang giliran kamu mamat.. Apa cita cita kamu ??
Mamat: Saya mau jadi tukang gali kubur bu...
Guru : Lah knpa ?! Apa gak ada yang lain???'
Mamat : Nggak bu, saya kepinginnya begitu..
Guru: Kenapa alasannya??
Mamat: Kalau nanti ibu digangguin penjahat tapi Asep gagal menangkapnya. ter­us penjahat itu melukai ibu..Tapi Syaiful juga gagal mengobati ibu.. Yaa saya tinggal menyiapkan kuburan buat ibu.. GRATISS TIS TISS buat ibu seorang..
Guru : Dsar aanak kamprett...! Keluaar dari kelas sayaa !
Mamat: :p

Bintang malam

Sekilas Info | 22.42 | 0 komentar
cuman bisa memandang dari kejauhan, 
tanpa bisa mendekati sekalipun,
-----sangat jauh untuk melihatmu. 
-----segeralah kelam kan kembali, 
semoga tak terhalangi pekatnya awan.
agar diriku bisa menatapmu lagi.
-----dirimu yang indah tatapan hati.
-----oh bintang di gelapnya malam.

AL.

Di akhir senja

Sekilas Info | 22.40 | 0 komentar
Saat senja menghampiri.
segala aktivitas pun berakhir.
bersiap pada tujuan yang berbeda.
setiap manusia di dunia.
----------- satu langkah yang pasti.
----------- ketika urusan telah selesai.
----------- menuju tempat peristirahatan.
----------- rumahku istanaku tempatku berteduh.
menghela nafas
dari sesak nya aktivitas.
AL.

SURAT TERBUKA IKHWAN UNTUK SELURUH AKHWAT DI DUNIA...

Sekilas Info | 19.40 | 0 komentar

Ukhtifillah,,,
Mungkin aku memang tak romantis tapi siapa peduli ? Karena toh kau tak mengenalku dan memang tak perlu mengenalku. Bagiku kau bunga, tak mampu aku samakanmu dengan bunga terindah sekalipun. Bagiku manusia adalah makhluk yang terindah, tersempurna dan tertinggi. Bagiku dirimu salah satu dari semua itu, karenanya kau tak membutuhkan persamaan.

Ukhtifillah,,,
Jangan pernah biarkan aku manatapmu penuh, karena akan membuatku mengingatmu. Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu. Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiapdinding khayalku.Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa,sesemangat mentari. Kasihanilah dirimu jika harus hadir dalam khayalkuyang masih penuh Lumpur. Karena sesungguhnya dirimu terlalu suci.

Ukhtifillah,,,
Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak berujung. Ada ingin tapi tak ada henti. Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu, meski ujung penutupmu pun tak beraniku sentuh. Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku karena sucimu kau pertaruhkan. Mungkin kau tak peduli Tapi kau hanya menjadi wanita biasa di hadapanku bila kau kalah. Dan tak lebih dari wanita biasa.

Ukhtifillah,,,
Jangan pernah kau tatapku penuh Bahkan tak perlu kau lirikkan matamu untuk melihatku. Bukan karena aku terlalu indah, tapi karena aku seorang yang masih kotor. Aku biasa memakai topeng keindahan pada wajah burukku, mengenakan pakaian sutra emas. Meniru laku para rahib, meski hatiku lebih kotor dari Lumpur. Kau memang suci, tapi masih sangat mungkin kau termanipulasi. Karena kau toh hanya manusia-hanya wanita.

Ukhtifillah,,,
Beri sepenuh diri pada dia sang lelaki suci yang dengan sepenuh hati membawamu kehadapan Tuhanmu. Untuknya dirimu ada, itu kata otakku, terukir dalam kitab suci, tak perlu dipikir lagi. Tunggu sang lelaki itu menjemputmu, dalam rangkaian khitbah dan akad yang indah. Atau kejar sang lelaki suci itu, karena itu adalah hakmu, seperti dicontohkan ibunda Khadijah. Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab suci.

Ukhtifillah,
Bariskan harapanmu pada istikharah sepenuh hati ikhlas. Relakan Allah pilihkan lelaki suci untukmu, mungkin sekarang atau nanti, bahkan mungkin tak ada sampai kau mati. Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di fana saat ini. Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu, yang kau bangun dengan segala kekhusyu'an tangis do'amu.

Ukhtifillah,,,
Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, tapi itu pilihan-Nya. Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah. Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki yang terpilih itu, melainkan pada jalan yang kaupilih, seperti kisah seorang wanita sudi di masa lalu yang meminta ke-Islam-an sebagai mahar pernikahannya. Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima keputusan Sang Kekasih Tertinggi. Kekasih tempat kita memberi semua cinta dan menerima cinta dalam setiap denyut nadi kita.

Semoga Bermanfaat.. (
◡‿◡✿)



Top of Form
Bottom of Form

Umang-Umang Ku,,, cerpen

Sekilas Info | 19.51 | 0 komentar

UMANG-UMANG KU
                Namaku Merry Salsabila, seorang gadis kecil yang riang dan aku sangat suka membaca. Aku bersekolah di SD PERMATA dan saat ini aku sudah kelas 4, dan aku juga selalu juara 1 dikelasku.
                Hari ini, sepeti biasanya ketika bel istirahat berbunyi aku dan teman-teman ku selalu berbelanja di warung makwo. Tetapi  sebelum aku tiba di warung, langkahku terhenti saat melihat teman-temanku berkumpul di depan salah seorang pedagang. Akupun mendekati dan ingin tahu apa yang dijual oleh pedagang itu.
                Setelah aku dekati dan ternyata pedagang itu menjual umang-umang yang kecil dan cantik dengan hiasan berbagai gambar yang indah di punggung mereka. Karena bentuk umang-umang itu yang cantik, akupun suka dan membeli seekor umang-umang lucu yang sarangnya digambar dengan kartun kesukaanku, yaitu doraemon.
                Hatiku sangat senang sekali dan ingin rasanya buru-buru pulang kerumah dan bermain dengan teman baru ku ini. Hingga akhirnya bel yang kunanti-nantikan berbunyi juga dan menandakan pelajaran dihari ini telah selesai.
                Sesampaiku dirumah aku langsung mengeluarkan umang-umang yang imut ini dari bungkusnya. Akku teringat dengan kata-kata pedagang itu bahwa cukup berikan parutan kelapa untuk makan umang-umang ini.
                Tanpa menunggu waktu lama, aku letakkan umang-umang ku di dalam sebuah wadah dan segera melangkah ke dapur untuk mengambil ampas kelapa yang biasanya telah selesai diparut ibu untuk dijadikan santan.
                Tetapi karena ibu belum selesai meremasnya, maka aku pun membantu ibu untuk meremas kelapa agar lekas bisa aku berikan kepada umang-umangku.
                Setelah aku selesai meremasnya dan bilang ibu sudah cukup, maka aku ambil sedikit untuk makan umang-umangku yang pasti sudah kelaparan pikirku.
                Tetapi aku terkejut setelah melihat wadah tempat umang-umang yang aku letakkan di atas meja terjatuh,ini pasti ulah kucing nakal itu, gumamku. Aku pun lekas mengambil wadah itu , dan aku tidak melihat umang-umangku itu.
                Aku sedih setelah mencari umang-umang ku di rumah dan tidak juga ketemu, aku berfikir seandainya aku tidak meninggalkan umang—umangku itu, pasti aku tidak kehilangannya, kemana ya perginya umang-umang ku.
                Ke esokan harinya, aku berniat untuk membeli umang-umang baru sebagai ganti umang-umangku yang hilang kemarin. Setelah bel istirahat berbunyi aku bergegas menuju tempat pedagang itu, tetapi aku tidak melihat pedagang itu lagi dan mungkin dia tidak lagi berjualan di sekolahku, betapa kecewanya aku.
                Beberapa hari berlalu, dan aku juga sudah melupakan umang-umangku itu. Di saat aku sedang asik menonton televisi, aku dikejutkan oleh sesuatu yang bergerak di kakiku. Setelah aku lihat, dan ternyata itu umang-umangku yang hilang dulu.
                Aku sangat senang sekali, rasanya sudah seminggu lamanya ya, ternyata kamu masih hidup dan pasti petualanganmu sangat mengasikkan, gumamku dalam hati.
                Disini aku mendapatkan pelajaran dari umang-umangku yang kecil ini. Walaupun ia kecil, tetapi ia mempunyai kegigihan untuk hidup disaat sendiri dalam perjalanan yang panjang bagi makhluk sepertinya hingga akhirnya dia bisa kembali dan aku bisa memeliharanya lagi, senangnya hatiku.


By al-mudazi.

Pemulung malang,,, cerpen

Sekilas Info | 19.37 | 0 komentar

PEMULUNG MALANG
                 Penglihatanku tertuju pada seorang wanita yang berbalut emas pada tangan dan lehernya, apakah dia pamer ? gumamku dalam hati. Seketika pandanganku teralihkan oleh gemuruh yang bergetar di perutku, laparnya diriku. Apalagi aku hanya makan sedikit tadi pagi, itupun dari sisa-sisa makanan orang-orang kaya yang dengan gampang membuang makanan mereka  jika mereka sudah kekenyangan dan tak sanggup untuk menghabiskannya.
                Aku mulai melangkah meninggalkan tempat istirahatku tadi, sambil aku menyisiri jalanan dan memeriksa tempat sampah. Ya itulah aku, aku seorang pemulung yang berkelana di pinggiran kota untuk mencari sesuap nasi dari hasil kerjaku memilah sampah.
                Dengan hidupku yang serba kekurangan ini, aku selalu optimis untuk menjalani hidup. Terkadang aku juga kecewa, kecewa dengan hidupku ini. Apakah ini takdirku ? apakah ini jalanku ? apakah aku akan seperti ini hingga nafas terakhirku ? apakah… apakah semua ?.... hah sudahlah, tiada gunaku pertanyakan yang tiada jawabannya.
                Sebenarnya diriku tidak ingin seperti ini, aku punya cita-cita ku sejak kecil. Aku ingin menjadi seorang pilot pesawat terbang, aku terkesima setelah melihat benda besar itu melayang di udara yang tinggi ketika ku kecil dulu.
                Semua impianku sirna sudah, ketika kedua orang tuaku menelantarkan diriku. Hidup dengan seorang ayah pemabuk dan penjudi, juga ibu yang kasar. Diriku bagaikan cerita-cerita pedih yang dialami anak angkat, aku merasa diriku  tidak dibutuhkan di keluarga ini.
                Saat diriku masih tinggal bersama kedua orang tuaku, diriku hanya dijadikan sebagai pelampiasan amarah mereka. Sehingga satu hari terjadi padaku,  saat aku menjadi pelampiasan oleh ayahku, aku mengalami patah kaki.
                Aku sempat dibawa berobat ke rumah sakit, tetapi dokter bilang aku tidak akan bisa lagi berjalan dengan baik, dan itupun membutuhkan dana yang besar untuk mengobati kakiku ini, hingga aku ditelantarkan dirumah sakit dan mereka pergi entah kemana.
                Diriku sangat malang, karena menanggung beban itu sendiri, pedih rasanya ketika aku ditinggal sendiri disaat keadaanku seperti ini, terluka dan membutuhkan mereka disampingku.
                Sejak saat itulah diriku seperti ini, ketika diriku baru berumur tujuh tahun harus hidup sendiri tanpa perlindungan. Apalagi aku hanya seorang gadis kecil yang pincang, tak sanggup lagi diriku berlari seperti dahulu.
                Melihat masalaluku yang menyedihkan, aku sering merasa iri dengan mereka. Ya mereka, mereka yang hidup serba ada. Memiliki orang tua yang sangat menyayangi anak-anaknya, mendidik dan mendukung anak-anak mereka untuk menggapai cita-citanya.
                Dengan usiaku saat ini, aku tak tahu entah telah berapa lama aku melewatinya, tetapi yang pasti tubuh ini sudah terasa tua dan lelah untuk berjalan, hanya jika aku berjalan,, aku bisa mendapatkan pengganjal perut ini.
                Betapa malangnya diriku ini, hingga tua masih sendiri, sendiri menghidupi tubuh ini. Hingga waktu berlalu, aku akan menyusuri jalan ini, jalanan yang selalu menemani dan mengerti akan diriku selama ini.



By al-mudazi.

Satu Bintang

Sekilas Info | 19.29 | 0 komentar


Puisi.

Satu bintang
Setiap malam ribuan bintang pasti bersinar
Tapi aneh !
Ada satu bintang yang mampu bersinar di siang hari
Setiap hari di waktu siang, bahkan mengalahkan matahari,
Bukan matahari, tapi bintang.
Kilauan semangat, pancaran motivasi hidup
Jalan menggapai cita-cita
          Sebenarnya masih banyak hal yang dipelajari
          Atau belum belajar darinya, banyak hal, dan banyak
          Mengapa bintang itu bisa bersinar disiang hari ?
          Mengapa bintang itu selalu member mootifasi ?
          Bagi siapapun itu tanpa kecuali
Tapi saying !
Tanpa menghiraukan detik berjalan
Bintang itu akan pergi
Pergi  jauh, jauh sekali
Tak lagi bisa ku lihat
Tak ada lagi bintang
Yang akan bersinar di siang hari
          Mengapa bintang itu pergi ?
          Mungkin karena tidak dihargai ?, maaf…
          Atau mungkin kecewa ?, maaf…
Mungkin …
Entahlah …..
Tak ada yang tahu.
Mungkin adakah yang bisa menggantikan ?
Mungkin adakah bintang lain
Yang bisa bersinar disiang hari ?
Mungkin tidak ada.
Seperti katamu.“tak ada yang tidak mungkin, dk,
Kamu bisa, kamu pasti bisa, ku yakin”
          Bintang yang berkilau diwaktu siang
          Sesungguhnya bagi kami,
          Kau lebih dari sahabat,teman,kakak,
          Bahkan kau adalah seorang guru terbaik.
Kalaupun harus pergi
Jangan lupakan muridmu
Kami disini selalu berdiri
Akan selalu berteriimakasih
Kepada sebuah bintang
Yang selalu bersinar di siang hari.

By. Dian S.A.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. MEDIA INSPIRASI - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger